Select Page
Sticker Printing Dan Cutting Sticker

Sticker Printing Dan Cutting Sticker

Planet CMYK – Sticker printing dan cutting sticker memiliki perbedaan dari cara pembuatan serta hasil jadinya. Meskipun sama-sama merupakan jenis sticker, tetapi untuk spesifikasi bahan yang dipergunakan berbeda.

Termasuk juga untuk peralatan yang digunakan juga tidak semuanya sama, bahkan ada yang cenderung lebih mahal untuk harganya. Proses kerja dari pembuatan kedua jenis sticker ini sendiri sebenarnya tidak terlalu sulit, khususnya untuk sticker printing.

Sticker Printing

Untuk sticker printing pada saat dahulu dibuat menggunakan proses sablon secara manual, yang lebih rumit dan tidak efisien. Karena memerlukan banyak tahap dan prosesnya juga tidak cepat, sehingga sudah mulai ditinggalkan sekarang ini.

Proses pembuatan sticker dengan menggunakan printer indoor lebih disukai kini, karena proses yang cepat dan hasil yang bagus. Namun sayangnya hanya printer jenis tertentu saja yang dapat dipergunakan, apalagi jika bahan yang di cetak adalah sticker vinyl.

Karena jika menggunakan jenis printer desktop biasa tidak akan bisa, printer desktop hanya untuk print pada bahan sticker kertas. Jika ingin cetak pada bahan vinyl atau decal, lebih tepat menggunakan jenis mesin digital printing indoor.

Mesin digital printing indoor yang dimaksud ini adalah yang menggunakan tinta ecosolvent, bukan dye atau pigment. Dengan printer jenis ini maka bahan sticker dapat dikerjakan dengan lebih baik, lalu ada pilihan untuk dilaminasi lagi atau tidak.

Namun ada kelemahan dari mesin ini, yaitu harganya yang tinggi, bahkan ada yang lebih dari 100 jutaan. Memang sebanding dari hasil kerjanya, dan nantinya tidak hanya sticker saja, tetapi x banner atau wallpaper juga bisa di cetak.

Baca: Daftar Harga Mesin Digital Printing

Cutting Sticker

Proses pembuatan cutting sticker lebih simple dibandingkan dengan printing tadi, karena hanya memotong lembaran bahan saja. Mungkin yang lebih sulit adalah ketika membuat 2 atau lebih warna pada sticker jadinya.

Karena bahan sticker yang digunakan ini sudah memiliki warna solid, harus dipilih dahulu warna apa yang dingin digunakan. Jika ingin membuat dua warna atau lebih, maka memerlukan beberapa bahan dengan warna yang berbeda.

Alat utama yang digunakan adalah mesin cutting sticker yang berfungsi untuk memotong lembaran bahan tersebut. Dan ada banyak brand tersedia di Indonesia, tinggal di sesuaikan dengan budget serta ukuran yang diperlukan.

Baca juga: Mesin Cutting Sticker

Dan pengerjaannya menggunakan sistem tumpuk, di sesuikan dengan warna dari desain. Proses pengerjaan ini lebih rumit dibandingkan dengan cara di print. Lalu menggunakan masking tape setelah selesai prosesnya.

Jenis bahan sticker yang banyak dipakai untuk ini ada:

  • Vinyl
  • Scothlite
  • Glow In The Dark
  • Glitter
  • DLL

Scothlite yang paling banyak digunakan, ini jenis bahan yang ketika terkena sorotan lampu akan menyala. Untuk merknya sendiri ada banyak macamnya, yang sebagian besar merupakan merk asal China.

Demikian informasi mengenai sticker printing dan cutting sticker ini, semoga dapat menambah pengetahuan.

Digital Printing vs Cetak Offset

Digital Printing vs Cetak Offset

Planet CMYK – Banyak yang ingin mengetahui perbedaan antara digital printing dengan cetak offset, lalu untuk kelebihan serta kekurangan dari masing-masingnya.

Pada dasarnya antara digital printing vs cetak offset perbedaan ada pada proses kerjanya, untuk digital print lebih instant dan cepat, karena langsung cetak pada bahan.

Sedangkan untuk offset memerlukan proses yang lebih lama, karena cetakan harus dibentuk terlebih dahulu menggunakan plate offset

Lalu kemudian setelah itu dilanjutkan dengan memindahkan gambar ke blanket, baru kemudian diteruskan pada bahan yang akan di cetak, dalam hal ini adalah kertas.

Digital Printing vs Cetak Offset

Kedua jenis proses cetak antara digital printing dan offset sebenarnya sama-sama bagusnya, hanya memang media bahan yang dapat di cetak lebih berbeda variasinya.

Hal yan agak penting adalah mengenai harga, namun itu dilihat dari jumlah yang ingin di cetak, karena dari jumlah cetakannya tersebut baru dapat ditentukan harga dan mana yang sebaiknya digunakan.

Sebagai contoh, jika hanya ingin mencetak dengan jumlah antara 1 – 50 lembar, maka akan lebih tepat menggunakan digital printing dibandingkan dengan cetak offset.

Karena untuk cetak offset sendiri ada minimal jumlah dan harganya, kecuali jika ingin mencetak dengan jumlah 1000 atau lebih, maka pilihan yang tepat tentu dengan menggunakan cetak offset.

Secara garis besar adalah, jika ingin mencetak dengan jumlah sedikit, maka akan lebih ekonomis dan efisien jika menggunakan digital printing.

Namun jika ingin mencetak dengan jumlah yang banyak, maka lebih murah jika menggunakan cetak offset, namun tentu dilihat juga yang ingin di cetak, misalkan saja brosur atau majalah.

Jadi mana yang lebih baik antara digital printing vs cetak offset?

Tentu kembali lagi dilihat kebutuhannya serta quantity dari cetakan, lalu dilihat juga apa yang ingin dibuat, karena ada yang dapat dikerjakan dengan mesin offset tetapi tidak pada mesin digital printing, begitu juga sebaliknya.

Lalu dilihat juga mengenai waktu, apakah mendesak atau dapat menunggu, karena kecepatan proses cetak dari keduanya juga berbeda.

Demikian artikel mengenai digital printing vs cetak offset, semoga membantu, jika ada pertanyaan bisa mengisi kolom komentar dibawah.

RGB VS CMYK  Pada Dunia Percetakan Dan Printing

RGB VS CMYK Pada Dunia Percetakan Dan Printing

Planet CMYK – Pembahasan yang akan ditulis kali ini adalah mengenai RGB VS CMYK, yang khususnya dibahas untuk dunia percetakan dan digital printing.

Pada dunia desain grafis, permasalahn yang timbul umumnya adalah pada saat memasuki tahap produksi, karena banyak sekali desainer grafis yang kurang memahami pengetahuan dalam hal produksi.

Ini yang terkadang menyebabkan hasil akhir dari produksi biasanya tidak sesuai dengan desain, atau kurang memuaskan, umunya adalah dari hasil warna cetak.

Warna RGB VS CMYK

CMYK

CMYK

Dalam dunia desain ada 2 macam unsur warna yaitu CMYK dan RGB, dan pada suatu desain, CMYK dan RGB merupakan komponen penting dalam metoder pewarnaan.

CMYK adalah singkatan dari Cyan-Magenta-Yellow-blacK dan biasanya juga sering disebut sebagai warna proses atau empat warna.

CMYK adalah sebuah model warna berbasis pengurangan sebagian gelombang cahaya (substractive color model) dan yang umum dipergunakan dalam pencetakan berwarna.

Jadi untuk mereproduksi gambar sehingga dapat dicapai hasil yang (relative) sempurna dibutuhkan sedikitnya 4 Tinta yaitu: Cyan, Magenta, Yellow dan Black.

Sedangkan RGB adalah singkatan dari Red – Blue – Green adalah model warna pencahayaan (additive color mode) dipakai untuk “input devices” seperti scanner maupun “output devices” seperti display monitor.

Apabila (Red – Blue – Green) ketiga warna tersebut dikombinasikan maka terciptalah warna putih, inilah mengapa RGB disebut Additive Color atau bahasanya adalah warna pencahayaan.

Perbedaan Warna CMYK VS RGB

RGB

RGB

Secara umum, untuk warna CMYK VS RGB ada beberapa perbedaan dan fungsi, yaitu:

  • RGB digunakan untuk warna Monitor sedangkan CMYK digunakan untuk warna printer
  • RGB digunakan untuk desain yang nantinya digunakan atau ditampilkan kedalam media layar monitor Sedangkan CMYK digunakan untuk desain yang nantinya ditampilkan dalam bentuk media cetak.
  • Jika warna RGB semua dicamputkan warna akan berubah menjadi warna terang yaitu warna putih, sedangkan CMYK jika dicampur semua akan menghasilkan warna gelap yaitu warna hitam.

Jadi kesimpulannya adalah, untuk perbedaan dari keduanya:

CMYK

· Cyan Magenta Yellow Black (orang awam bilang biru, merah, kuning dan hitam )
· CMYK merupakan warna-warna primer yang paling banyak digunakan pada printer
· CMYK lebih digunakan untuk desain yang nantinya ditampilkan ke media cetak
· Jika warna CMY di campur semua, akan menghasilkan warna hitam

RGB

· Red Green Blue (merah, hijau, biru)
· RGB merupakan warna-warna primer yang digunakan pada monitor
· Jadi RGB lebih digunakan untuk desain yang nantinya ditampilkan ke media layar monitor
· Jika warna RGB di campur semua, akan menghasilkan warna putih

Untuk percetakan dan digital printing:

– Gunakan warna CMYK
– Kenali semua karakteristik perangkat anda (scanner, printer, monitor dll) dengan baik.

Untuk desain web dan grafis:

– Gunakan warna RGB
– Biasakan mengerjakan dalam ruang cahaya yang terkontrol. mengerjakan disain pada siang dan malam hari juga menghasilkan perbedaan warna yang berbeda (terutama untuk RGB).

Penutup

Dalam dunia percetakan dan digital printing sangat vital untuk memahami warna, agar hasil akhirnya dapat sesuai dengan desain yang dibuat.

Demikianlah untuk perbedaan CMYK VS RGB yang dapat ditulis, semoga dapat menambah pengetahuan dan memberikan manfaat.

Dari berbagai sumber.

Pin It on Pinterest